Writing isn't just putting the words
in the right way
...
Writing is about to give your own opinion
without hurt someone else
...
Writing could help us enhance our knowledge
and make our mind opened...

Wednesday, October 15, 2014

The Day We've Been Waiting for,,,,,,,,,

holaaaaaaa,,,,,,

udah lama pengen nulis soal our wedding, gimana pusingnya ngurus wedding sendirian tapiiiiiii sampe brojol pun gak sempet-sempet hahahahaha,,,,,langsung aja ya,,,,
setelah diskusi lama akhirnya kedua belah pihak memutuskan tanggal 5 Oktober 2013 sebagai tanggal pernikahan kami. okay tanggal segitu masih beberapa bulan kedepan pikirku, masih sempet deh persiapin semuanya,,, nyicilnya mulai pas cuti lebaran udah tu keliling nyari salon dan gedung yang cocok, semua di serahkan ke ibu aja deh aku cuma pengen pake baju ini sama itu buat akad sama resepsi. undangan dan souvenir via online ajah jd lebih gampang ngurusnya bisa via telepon. foto dan video setelah nanya sana sini akhirnya dapet yang cocok juga dan dikasih harga diskon asiiiiiikkkk,,,,,, siap-siap balik ke Berau deh ntar koodinasi via telpon aja.
ku pikir urusan beres eh ternyata banyak printilan-printilan lain yang kudu diurus menjelang hari H. alhamdulillah banyak bantuan buat acara kami jadi samapai hari H semua berjalan lancar, alhamdulillah,,,,,

nikmatin fotonya aja ya,,,,,



























Tuesday, October 14, 2014

LIMBAH LOGGING YANG TIDAK TERMANFAATKAN

Jika kita mendengar kata limbah pasti yang terlintas di benak kita adalah hasil buangan sisa dari suatu proses produksi atau pun rumah tangga. Kalau kita makan permen, maka bungkus permen yang tidak kita makan tentu akan menjadi limbah. Pernahkah membayangkan 7 milyar orang di dunia ini memakan 1 permen dalam 1 hari dan membuang bungkusnya yang berarti ada 7 milyar sampah permen yang menjadi limbah? Saya tidak akan membahas limbah permen ini, karena limbah jenis ini dan limbah jenis lainnya (limbah industri, limbah rumah tangga dan lain-lain) sudah sering dibahas. Saya akan sedikit mengupas limbah logging yang dihasilkan sebuah IUPHHK baik di hutan alam maupun di hutan tanaman. Apa saja limbah logging yang dihasilkan? Sangat sedikit artikel yang membahas tentang limbah jenis ini (atau mungkin saya yang kurang rajin browsing). Limbah logging adalah bagian pohon yang seharusnya dapat dimanfaatkan tetapi dikarenakan berbagai sebab terpaksa ditinggalkan di hutan. Limbah tersebut antara lain dapat berupa ranting, cabang, banir dan lain sebagainya.
Dilihat dari prosesnya, limbah dapat ditemukan di tempat tebangan, sepanjang jalan sarad, sepanjang jalan angkutan, dan juga log pond. Timbulnya limbah juga dipengaruhi oleh pasar, jenis kayu dan nilai kayu itu sendiri, keadaan dan tingkat kemajuan industri pengolahan kayu juga menentukan jumlah limbah. Faktor alam juga sangat menentukan jumlah limbah jenis ini, disebabkan oleh letaknya yang tidak memungkinkan limbah tersebut diangkut, misalnya didalam jurang atau pada lereng-lereng yang curam. selain itu, faktor cacat kayu juga menimbilkan jumlah limbah logging yang meningkat, misalnya log kayu yang gerowong atau cacat mata kayu yang dapat menurunkan nilai jual log kayu maka bagian yang cacat tersebut ditinggalkan di hutan dan menjadi limbah. Dalam sebuah penelitian, disebutkan bahwa limbah logging  dalam sebuah IUPHHK hutan alam di Kalimantan Timur dapat mencapai 39,9 - 51,0 % yang diantaranya terdapat di areal tebangan, log pond dan log yard dalam bentuk batang dan cabang.
Limbah-limbah ini sebenarnya masih dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk kayu yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Dulu, waktu masih kuliah, saya ingat ada mata kuliah Industri Hasil Hutan yang mengajarkan cara mengolah kayu (termasuk limbahnya) menjadi produk kayu yang lebih bernilai misalnya limbah tersebut dapat diolah menjadi papan serat, papan partikel, papan blok atau diolah menjadi pulp yang akhirnya diproses menjadi kertas. Kita bisa mencontoh masyarakat yang tinggal di Pulau Jawa, mereka memanfaatkan kayu Jati mulai dari daun sampai akarnya. Daun jati di daerah Jawa dimanfaatkan menjadi bungkus makanan seperti nasi dan tempe karena daun Jati  berbentuk elips dan lebarnya bisa mencapai 30 – 60 cm, bahkan ulatnya pun seringkali dijadikan lauk oleh sebagian masyarakat Jawa. Ranting pohon dan cabang dapat diolah menjadi souvenir dan kerajinan tangan atau setidaknya dijadikan kayu bakar karena kayu jati menghasilkan panas yang tinggi, sehingga dulu digunakan sebagai bahan bakar lokomotif uap. Batang kayu Jati tentu saja menjadi manfaat utama dari kayu Jati, masyarakat umumnya memanfaatkan batang kayu yang dapat tumbuh di daerah dengan curah hujan 1.500 – 2.000 mm/tahun tersebut menjadi bangunan rumah, jembatan, bantalan rel, dan furniture. Akar dari sebuah pohon Jati pun dimanfaatkan masyarakat sebagai furniture dengan nilai jual yang cukup tinggi sehingga limbah yang dihasilkan dari proses pemanenan kayu ulin pun cukup rendah dengan adanya pemanfaatan kayu Jati dari berbagai bagian pohon.
Bagaimana dengan di kalimantan Timur? Sebagaimana diketahui bahwa Kaltim memiliki jenis kayu yang lebih beragam daripada pulau Jawa yang terkenal dengan Jati. Kalimantan Timur terkenal dengan kayu Ulin (Eusyderoxylon zwagery) dan kelompok meranti-merantian (Dipterocarpaceae). Pemanfaatan limbah logging sisa hasil pemanenan kayu di Kaltim masih terbilang cukup minim. Hal ini antara lain dikarenakan topografi wilayah Kaltim yang masih cukup berat yang menyebabkan para pengusaha hanya sanggup mengangkut batang kayu yang bernilai ekonomis tinggi untuk dijual, sementara cabang, ranting, daun serta tonggak sisa penebangan ditinggal dan dibiarkan di hutan karena biaya pengangkutan limbah ini cukup tinggi sehingga jika dijual tidak bisa menutupi biaya operasional di lapangan. selain itu, industri ataupun pengrajin yang dapat mengolah limbah ini juga masih sangat minim.

First Trip with 'foreign person' Part 2

Wohoooo lama juga ya jarak antara part 1 dan part 2... keknya diceritain disini semuanya aja deh daripada ntar sambungannya makin lama lagi hehehehe Mo nyeritain hari kedua sampe hari kelima neh di Bali.
Hari Kedua, gw pengen banget ngunjungin Pura Besakih krn hasil browsing mengatangan bahwa pura Besakih tu pura tertinggi di pulau bali karena terletak di kaki gunung agung bahkan Paris Hilton aja berkunjung kesana waktu dia liburan ke Bali, wah makin penasaran kan sama tempat ini, sebagus apa sih sampe banyak yang ngejadiin tempat ini penting. Perjalanan dimulai pagi hari menggunakan motor dan berbekal GPS dari GTab gw sebagai penunjuk jalan. setelah menyewa motor seharga 35rb per hari maka meluncurlah kami di jalanan bali, belok kanan belok kiri ngikutin petunjuk di GPS masuk perkampungan keluar ke kota lagi disambut hujan di tengah jalan sampe nyasar sana sini akhirnya sampe juga ke pura Besakih. eh tapi sesampai disana kami di tahan oleh beberapa pemuda kampung yang katanya karang taruna mereka bilang kami gak boleh masuk kalo gak pake baju adat dan harus bayar 200rb sebagai "tarif adat" ato apalah namanya, setelah di tawar-tawar akhirnya kami cm bayar 80rb dan menyewa sarung bali 2 buah seharga 6rb dan ada seorang pemuda anggota karang taruna yang menemani kami berkeliling pura yaaa sebagai guide gitu deh. sesampainya di pintu masuk kok rame banget ya ternyata mereka pada berebut nawarin penyewaan payung krn saat itu rintik-rintik selain itu pada nawarin bunga yg di selipin di telinga. yang bikin kesel itu adalah mereka maksa banget nawarinnya. keliling-keliling pura kok puranya terbuat dr bata modern ya kan katanya itu pura tertua di bali, eh ternyata sebagian besar bangunan pura udah gak asli lagi alias mengalami pemugaran. di salah satu sisi pura ada tepat sembahyang dan lagi lagi kami agak sedikit dipaksa untuk beribadah disitu padahal gak sesuai dengan agama kami. selesai berkeliling kami pikir pungli yg kami alami udah tamat ternyata masih lanjut dengan permintaan si guide minta bayaran untuk dirinya sendiri hedeeeeehhhhh,,,,, datang ke pura bukannya terkagum-kagum tapi malah bete dan ngerasa kerampokan deh. pulang dari besakih kami memutuskan cari jalan pulang lain selain jalan yg kami gunakan td pas berangkat dengan tujuan pasar sukowati, akhirnya kami ketemu mbak-mbak yg nunjukin kami jalan sampe ke gianyar, gak ngerti jg deh itu daerah mananya yang jelas ada lapangan yg luas banget, sampe disitu kami nanya sama polisi (selalu usahain nanya ke polisi biar gak disasarin) dan akhirnya sampe lah kami ke pasar sukowati yg dimaksud dan belanja beberapa barang seni.
Hari ketiga kami diisi dengan perjalanan setengah hari ke pura taman ayun dan tanah lot, wah nyesel ke tanah lot nya cuma sebentar karena pemandangannya indah banget, bisa liat sunset dari sini pokoknya jatuh cinta deh sama tanah lot.
malemnya sih kami cuma jalan-jalan di sekitar kuta square ato mall galeria. gak sempet ke ubud ataupun ke bedugul. hmmmm bakal masuk di daftar berikutnya nih kayaknya,,,,,